September 28, 2020

Melalui Sateri dan Asia Pacific Rayon, Sukanto Tanoto Dorong Terwujudnya Masa Depan Tekstil Berkelanjutan

Sumber: sateri.com

Sukanto Tanoto, pendiri grup bisnis Royal Golden Eagle (RGE) dikenal sebagai sosok yang visioner. Ia pandai melihat peluang dan berani mengambil risiko. Saat banyak pelaku industri tekstil masih berkutat pada serat sintetis, Sukanto Tanoto justru beralih ke serat rayon. Ia mampu melihat peluang serat rayon di masa depan dan mengembangkannya menjadi komoditas yang menguntungkan.

Keputusan Sukanto Tanoto menggeluti industri serat rayon tidak lepas dari filosofi bisnisnya. Dalam berbisnis, ia tidak hanya sekedar mengejar keuntungan materi. Ia juga ingin memberi kebaikan kepada sesama dan lingkungan. Melalui serat rayon inilah, Sukanto Tanoto ingin mendorong terwujudnya industri tekstil yang berkelanjutan.

Sateri, Cikal Bakal Viscose Rayon RGE

Selama masa krisis yang melanda Asia di tahun 1997, Sukanto Tanoto dan grup bisnis RGE yang dibangunnya mengalami masa-masa yang sangat sulit. Hutang bisnis menumpuk. Bahkan salah satu perusahaan RGE harus ditutup.

Namun di sisi lain, di masa-masa itu Sukanto Tanoto menemukan peluang baru. Meski ekonomi sedang sulit, ia melihat bahwa rayon viskosa memiliki potensi untuk menjadi bahan tekstil yang mampu memenuhi tantangan di masa depan. Berawal dari sini, ia mulai membangun pabrik rayon di Cina. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal Sateri yang kini dikenal sebagai salah satu produsen serat viscose terbesar di dunia.

Sateri sendiri merupakan salah satu unit bisnis RGE yang berpusat di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Sedangkan untuk pabriknya, lokasinya tersebar di tiga provinsi di Cina yang meliputi Juangxi, Fujian dan Jiangsu.

Setiap tahunnya, unit bisnis Sukanto Tanoto tersebut mampu memproduksi 1,1 juta ton metrik serat viskosa. Pabrik Sateri telah menggunakan teknologi modern dengan sistem yang komprehensif serta ramah lingkungan. Semua itu menjadikan pabrik RGE di Cina itu sebagai salah satu pabrik serat viskosa paling canggih sekaligus minim emisi gas.

Hingga saat ini, area pemasaran serat viskosa yang diproduksi Sateri menyebar tidak hanya di kawasan Asia namun juga telah merambah dataran Eropa dan Amerika. Serat ini pun telah banyak ditemukan dalam produk-produk pakaian hingga tisu untuk bayi.

Asia Pacific Rayon, Produsen Viscose Rayon Terintegrasi Pertama di Asia

Sateri bukanlah satu-satunya unit bisnis Sukanto Tanoto yang bergerak dalam industri  rayon viskosa. Selain Sateri, masih ada Asia Pacific Rayon (APR) yang bermarkas di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia.

Meski secara kapasitas produksi Asia Pacific Rayon tidak sebesar Sateri, produsenrayon viskosa ini memiliki daya tariknya tersendiri. APR merupakan produsen rayon viskosa yang secara penuh terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini menjadikan unit bisnis Sukanto Tanoto tersebut sebagai produsen rayon viskosa terintegrasi pertama di Asia.

Bahan baku rayon viskosa yang digunakan APR diambil dari unit bisnis RGE yang lain seperti APRIL Group. Sebagai perusahaan yang memegang prinsip keberlanjutan, APRIL Group juga menerapkan sistem produksi yang bertanggung jawab.

Dalam proses produksi rayon viskosa, APR juga menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Proses produksi yang efisien membuat produksi emisi gas menjadi sangat rendah. Hasilnya, dampak buruk yang dihasilkan juga berhasil ditekan serendah mungkin.

Komitmen Sukanto Tanoto dan grup bisnis RGE dalam menjalankan praktik industri yang ramah lingkungan juga diwujudkan dalam bentuk investasi pengembangan produksi rayon viskosa ke tingkat yang lebih tinggi. Di tahun 2019, RGE mengumumkan komitmennya menginvestasikan USD 200 juta untuk meningkatkan teknologi bersih dalam produksi rayon viskosa, pengembangan produk dan RnD (Research and Development).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *